5 Tips Menaikkan Profit Margin di Minimarket Anda

5 Tips Menaikkan Profit Margin di Minimarket Anda

Tujuan dari mendirikan sebuah usaha termasuk minimarket salah satunya tentu mendapatkan laba sebanyak-banyaknya dengan modal atau biaya yang ditekan serendah-rendahnya. Ada banyak hal positif yang bisa Anda dapatkan jika profit margin minimarket yang Anda kelola terus meningkat.

Salah satunya adalah hubungan dengan investor. Karena semakin baik profit margin sebuah perusahaan, maka semakin baik pula citra perusahaan tersebut dari sudut financial dimata pengusaha lainnya termasuk investor.

Namun banyaknya pesaing, samanya produk yang dijual serta posisi usaha Anda yang tidak lain merupakan distributor atau bukan tangan pertama tentu menjadi tantangan tersendiri untuk menaikkan profit margin di minimarket Anda.

Tapi Anda tidak perlu khawatir, berikut penulis berikan lima tips menaikkan profit margin di minimarket Anda

1. Promosi

Melakukan promosi adalah daya tarik pertama bagi hampir setiap perusahaan termasuk minimarket. Bukan hanya konsumen yang memang sedang butuh produk tersebut, tapi tidak sedikit konsumen yang belum merasa butuh namun tertarik membeli produk tersebut dengan alasan ‘mumpung lagi diskon’.

Macam-macam diskon pun bisa minimarket Anda terapkan. Mulai dari potongan harga yang berbentuk nominal atau persentase, paket produk, yaitu Anda membuat paket beberapa produk dengan harga sekian, melakukan undian ataupun beli dua gratis satu dan lainnya.

2. Moment Khusus

Tidak bisa lepas dari diskon-diskon yang diterapkan tadi, Anda bisa menerapkan hari atau momen khusus pada minimarket Anda.

Contohnya, Anda bisa menjadikan weekend sebagai hari berbelanja spesial di minimarket Anda, dimana konsumen dapat mendapatkan diskon dibeberapa produk tertentu.

Atau contoh lainnya Anda bisa memberi diskon untuk produk susu hamil dihari ibu dan masih banyak lagi momen lainnya yang bisa Anda gunakan untuk usaha minimarket Anda.

3. Kualitas Produk

Meski produk yang minimarket Anda jual mayoritas sama dengan minimarket atau toko kebutuhan harian lainnya, Anda tetap bisa bersaing dari segi produk.

Contohnya, Anda bisa melihat laporan penjualan bulan-bulan sebelumnya, produk mana yang menjadi favorit konsumen dan produk mana yang kurang diminati konsumen. Perbanyak stock produk favorit tersebut dan tunda untuk restock produk yang kurang diminati konsumen tersebut.

Perhatikan tanggal kadaluarsa, sebaiknya hanya menjual produk dengan tanggal kadaluarsa yang masih sekitar dua hingga tiga tahun. Perhatikan segel produk, sisihkan segel produk yang sudah terkelupas dan rajinlah membersihkan tempat produk serta produk yang mulai berdebu, jangan meninggalkan kesan ‘minimarket tua yang berdebu’ untuk konsumen Anda.

4. Display

Letakkan beberapa produk di tempat-tempat yang mudah dijangkau konsumen, misal di area tengah depan kasir atau bahkan disekitar meja kasir. Peletakan produk harus sesuai kategori. Misalnya, letakkan produk pengharum ruangan dikategori produk pembersih rumah seperti pengharum lantai dan lainnya.

Tetapkan juga kategori suatu produk dengan kategori produk lainnya yang saling mendukung atau berhubungan secara berdekatan. Misalnya, kategori minuman dengan kategori makanan, lalu didekat kategori makanan ada kategori perbumbuan atau bahan-bahan kue.

Dengan begitu konsumen yang hanya berniat membeli minuman karena dia haus juga akan tertarik membeli makanan yang posisinya tidak sengaja konsumen tersebut lalui.

5. Pelayanan

Yang tidak kalah penting adalah pelayanan. Meskipun Anda telah melakukan berbagai hal seperti diatas sekalipun jika pelayanan minimarket Anda tidak baik maka pengunjung pun akan mengurungkan niatnya untuk berbelanja di minimarket Anda.

Pelayanan yang baik tentu tidak akan menghilangkan kebiasaan salam, sapa, senyum, sopan dan santun. Meskipun terdengar mudah, namun pada prakteknya menerapkan lima kebiasaan tersebut cukup sulit. Terutama bila ternyata karyawan Anda sedang melayani konsumen yang menganggap dirinya adalah ‘raja’ dan bersikap seenaknya.

Oleh karena itu, jangan pernah bosan memberi motivasi kepada karyawan Anda, lebih baik lagi bila Anda memberikan reward kepada karyawan Anda setiap bulannya. Karena bagaimanapun karyawan Anda adalah orang yang berhubungan langsung dengan konsumen, maka merekalah yang lebih paham kondisi konsumen Anda.

Tidak mudah memang menaikkan profit margin di minimarket yang notabenenya menjual produk sama seperti minimarket-minimarket lainnya. Namun semoga lima tips diatas bermanfaat untuk Anda.

Jangan lupa share untuk memberi kebermanfaatan sekitar Anda. Dan jika ada pertanyaan atau mungkin tips tambahan, bisa komen dibawah ini. Nantikan juga artikel selanjutnya. Salam lets #befree

Mau Jualan Cepat dan Aman? Gunakan Beepos!
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *