Cara Menghitung Laba Rugi di Butik Anda Beserta Contohnya

Cara Menghitung Laba Rugi di Butik Anda Beserta Contohnya

Bisnis butik sepertinya tidak bisa dipungkiri lagi mulai menunjukan geliat yang menjanjikan. Hal tersebut dibarengi dengan trend fashion yang terus berkembang dan menyasar ke target pelanggan yang lebih luas lagi. Fakta tersebutlah yang kemudian membuat bisnis butik semakin menjamur di berbagai tempat. Sehingga tidak heran apabila kemudian mulai banyak orang yang memutuskan untuk terjun ke bisnis butik karena profit yang menjanjikan tersebut.

Namun asal tahu saja, bisnis butik tentu tak ubahnya bisnis lainnya yang membutuhkan laporan keuangan yang rinci. Kemampuan dalam menghitung laporan keuangan inilah yang akan sangat menentukan usaha bisnis butik Anda. Tidak terkecuali dalam menghitung laporan laba rugi. Tenang saja, beriku ini akan dijelaskan kok cara menghitung laba rugi di butik Anda beserta contohnya.

1. Cara Menghitung Laba Rugi Sebuah Usaha Butik

Penghitungan laba rugi sebuah usaha butik sebenarnya hampir serupa dengan usaha lainnya. Hanya perlu lebih detail pada beberapa hal saja. Namun sebelum menghitung laba rugi maka ada beberapa hal dulu yang mesti dipenuhi. Beberapa hal tersebut adalah seperti berikut ini.

Mengidentifikasi Setiap Item Biaya Produksi

Hal pertama yang terlebih dulu mesti diketahui adalah biaya produksi dari usaha butik tersebut. Biaya produksi ini akan mempengaruhi alur dari usaha bisnis apapun. Biaya produksi sendiri biasanya terbagi menjadi dua tipe:

  1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
    Seperti namanya, biaya tetap merupakan sebuah jumlah biaya yang biasanya jumlah tetap dan sulit untuk berubah dalam kurun periode waktu tertentu. Khusus untuk usaha butik maka biaya tetap mencakup seperti gaji untuk karyawan, biaya untuk sewa gedung hingga biaya pakaian yang ada di dalam butik.
  2. Biaya Variabel (Variable Cost)
    Pengertian biaya variabel sederhananya adalah biaya yang lebih fleksibel dan bisa dikeluarkan sewaktu-waktu. Hal ini biasanya berpacu dalam suatu tujuan dari usaha bisnis yang mesti dicapai untuk kepentingan usaha tersebut.

Pendapatan Usaha Butik Anda

Poin ini juga mesti Anda ketahui sebagai pemilik butik. Yakni pertambahan nominal pada nilai modal awal yang selama ini dimiliki. Pendapatan untuk butik sendiri tentu utamanya adalah dari hasil penjualan pakaian dalam rentang periode waktu tertentu. Standarnya, pendapatan ini dihitung dalam kurun waktu satu bulan.

Beban Usaha Butik Anda

Untuk mendapatkan keuntungan dari sebuah usaha biasanya dibutuhkan biaya-biaya yang dikeluarkan. Baik itu biaya modal, biaya iklan, biaya promosi maupun yang lain. Biaya-biaya tersebutlah yang kemudian termasuk ke dalam beban usaha butik Anda.

2. Contoh Laba Rugi Sebuah Usaha Butik

Laba Sebelum Pajak = Laba Usaha + (Pendapatan non usaha – beban non usaha)
Laba Usaha = Laba Kotor – Beban Usaha
Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok
Sedangkan untuk menghitung laba bersih dari usaha butik Anda juga terhitung mudah yakni menggunakan rumus: Laba bersih = Laba kotor – beban usaha. Contohnya adalah apabila Anda mendapatkan keuntungan kotor satu bulannya sebesar Rp 30.000.000 sedangkan beban usaha Anda sebesar Rp 15.000.000 maka tinggal dihitung saja.

Rp 30.000.000 – Rp 15.000.000 = Rp 15.000.000

Jika hasil yang didapatkan lebih dari beban biaya maka dikatakan LABA. Sedangkan jika hasil yang didapatkan kurang dari beban biaya maka dikatakan RUGI. Dan apabila hasil yang didapatkan sama dengan beban biaya maka dikatakan IMPAS (Break even point)

 Apabila Anda merasa artikel ini sangat bermanfaat dan ingin banyak orang lain untuk mengetahuinya, jangan ragu untuk men-sharenya ke teman-teman Anda. Karena berbagi ilmu itu tentu tidak bikin rugi. Salam Let’s #beefree

Mau Jualan Cepat dan Aman? Gunakan Beepos!
Share

Content Writer Beepos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *