Cara Mudah Menghitung Pajak UMKM

Cara Mudah Menghitung Pajak UMKM

UMKM adalah singkatan untuk usaha mikro kecil dan menengah. Atau dapat dikatakan sebagai kegiatan usaha yang memiliki kekayaan maksimal Rp 200.000.00. Nilai tersebut tidak termasuk perhitungan tanah dan bangunan.

Lalu usaha apa saja yang dapat dikategorikan sebagai UMKM? Kegiatan UMKM sendiri memiliki 3 kategori atau tingkatan seperti kepanjangannya, yaitu usaha mikro, kecil, dan menengah. Berikut kriteria usaha untuk masing-masing kategorinya.

Kategori Mikro

  • Kekayaan bersih atau aset mencapai 50 hingga 500 juta rupiah
  • Omzet penjualan atau peredaran bruto dalam setahun antara 300 juta hingga 2,5 miliyar rupiah
  • Jumlah karyawan kurang dari atau sama dengan 19 orang

Kategori Kecil

  • Kekayaan bersih atau aset mencapai 500 juta hingga 10 milyar rupiah
  • Omzet penjualan atau peredaran bruto dalam setahun antara 2,5 hingga 50 milyar rupiah
  • Jumlah karyawan antara 20 hingga 99 orang

Kategori Menengah

  • Kekayaan bersih atau aset yang dimiliki lebih dari 10 milyar rupiah
  • Omzet penjualan atau peredaran bruto dalam setahun lebih dari 50 milyar rupiah
  • Jumlah karyawan lebih dari 100 orang

Menghitung Pajak UMKM

Tarif pajak untuk pelaku UMKM berbeda-beda. Bagi usaha kecil dan mikro yang memiliki omzet kurang dari 4,8 milyar rupiah tiap tahunnya, dikenakan tarif sebesar 0,5% mulai bulan Juli 2018 lalu. Sedangkan bagi pelaku usaha yang memiliki omzet lebih besar dikenakan pajak sesuai ketentuan umum, yaitu sebesar 1% dari penghasilan.

Cara menghitung pajak yang harus dibayarkan sangatlah mudah. Yaitu dengan menjumlah omzet usaha dalam satu bulan lalu dikalikan dengan tarif pajak yang berlaku. Jumlah tersebut lah yang harus dibayarkan pelaku usaha tiap bulannya. Berikut beberapa contoh perhitungan pajak untuk UMKM dengan beberapa kondisi.

  • Pak Iwan memiliki usaha rumah makan dengan omzet Rp Rp 1.000.000 hingga Rp1.500.000 tiap harinya. Pada bulan Februari lalu, omzet dalam satu bulan yang telah dijumlahkan adalah 37 juta rupiah. Dengan kondisi tersebut, Pak Iwan memenuhi syarat untuk menggunakan tarif pajak 0,5%. Perhitungannya sebagai berikut :

Pajak Penghasilan Pak Iwan         = Omzet satu bulan x tarif pajak

= 37.000.000 x 0,5%

= 185.000.000

Maka pajak penghasilan Pak Iwan pada bulan Februari (yang dibayarkan di awal bulan Maret) adalah sebesar Rp 185.000.000. Tidak semudah itu, Pak Iwan diharuskan membuat pembukuan keuangan atas usaha yang dijalankan bila ingin menggunakan tarif pajak 0,5%. Tarif tersebut hanya akan dinikmati Pak Iwan selama 7 tahun. Setelah itu Pak Iwan harus kembali membayar pajak sebesar 1%.

  • Pak Joko dan tiga orang temannya telah membuka Pabrik Tekstil (berbentuk Perseroan Terbatas) sejak tahun 2010. Pabrik tersebut menghasilkan omzet sebesar Rp 500.000.000 tiap bulannya. Atau dalam setahun mencapai 6 Milyar Rupiah. Dengan kondisi seperti itu, Pak Joko dan teman-temannya atau atas nama perusahaan tersebut harus membayarkan pajak sebesar 1% dari penghasilan yang diperoleh. Karena merupakan usaha kategori menengah ke atas.

Perhitungan pajaknya sebagai berikut.

Pajak     = Omzet satu bulan x tarif pajak

= 500.000.000 x 1%

= 5.000.000

Sangat mudah bukan untuk menghitung pajak penghasilan atau PPh? Tak hanya cara menghitungnya yang mudah, kini prosedur untuk membayar pajak pun juga lebih mudah dan praktis.

Pembayaran pajak kini dapat dilakukan secara online. Yaitu melalui e-billing. Pelaku usaha wajib mendaftarkan diri dulu menggunakan NPWP dan kemudian membuat kode pembayaran atau kode billing. Untuk UMKM masukkan kode 411 128 pada jenis pajak saat mendaftar. Sedangkan untuk jenis setoran adalah kode 420. Setelah berhasil, maka akan muncul kode billing yang digunakan untuk membayar pajak setiap bulannya.

Seperti itulah cara bagaimana menghitung pajak UMKM. Sangat mudah dan praktis. Semoga informasi tersebut dapat membantu Anda.

Mau Jualan Cepat dan Aman? Gunakan Beepos!
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.