Langkah Langkah Membuat Laporan Keuangan Fiskal

Langkah Langkah Membuat Laporan Keuangan Fiskal

Sebelum membahas secara lebih detail mengenai bagaimana cara menyusun laporan keuangan fiskal. Ada baiknya untuk memahami apa itu fiskal terlebih dahulu. Secara umum, laporan keuangan fiskal merupakan sebuah bentuk laporan keuangan yang struktur penyusunannya harus sesuai dengan aturan Undang-undang dan perpajakan. Karena nantinya akan digunakan untuk menghitung biaya pajak dari yang bersangkutan.

Di samping itu, dalam mempelajari keuangan fiskal juga dituntut untuk memahami prinsip rekonsiliasi. Yaitu sebuah mekanisme kerja untuk menyesuaikan laporan keuangan berdasarkan ketentuan komersial, yang kemudian dirubah seperti aturan perpajakan (fiskal). Rekonsiliasi ini berbentuk lampiran SPT tahunan yang berupa sebuah kertas kerja, berisi tentang laba atau rugi (sebelum pajak), dan laba atau rugi (menurut perpajakan).

Rekonsiliasi fiskal dilakukan terhadap individu maupun perusahaan yang memiliki kriteria seperti wajib pajak dan memiliki penghasilan tetap, wajib pajak dari penghasilan bukan merupakan objek pajak, wajib pajak atas pengeluaran biaya dimana tidak bisa menjadi dasar pengurang penghasilan, wajib pajak pengeluaran biaya dimana diperbolehkan sebagai pengurang fiskal (menggunakan metode fiskal), dan wajib pajak atas biaya yang dikeluarkan bersama.

Cara Menyusun Laporan Keuangan Fiskal

Bagi yang bukan ahlinya, tentunya akan sangat kerepotan apabila harus menyusun laporan keuangan fiskal. Sebab pekerjaan ini memang sudah seharusnya dilakukan oleh profesional yang kompeten di bidangnya, seperti seorang akuntan. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mempelajari langkah penyusunannya dengan baik dan benar.

Di bawah ini adalah beberapa cara sederhana untuk menyusun laporan keuangan dalam bentuk fiskal yang bisa dijadikan sebagai panduan :

1. Input Dokumen Dasar

Hal pertama yang dibutuhkan dalam menyusun laporan fiskal adalah memasukkan data yang berisi dokumen dasar (Berdasarkan ketentuan keuangan fiskal dan aturan perpajakan).

2. Pencatatan di Buku Jurnal

Untuk menyesuaikan data yang ada, maka penting bagi Anda untuk melakukan pencataan di jurnal buku harian, khusus laporan keuangan fiskal juga.

3. Klasifikasi

Setelah melakukan dua langkah di atas, maka Anda juga diharuskan untuk mengklasifikasi laporan dengan cara mempostingnya di buku besar. Hal ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya resiko kesalahan dalam penyusunan laporan.

4. Buku Tambahan

Untuk menghindari kerancuan data utama, maka catatan penting seperti masalah hutang dan piutang bisa dicatat dalam buku tambahan. Hal ini dapat memudahkan Anda dalam mencari data apapun yang diperlukan.

5. Menyusun Neraca Percobaan

Pada fase akhir dari periode akuntansi, maka neraca percobaan akan disusun sesuai dengan fakta yang ada di akhir tahun dan juga penutup catatan.

6. Menyusun Laporan Keungan Komersial

Apabila penyusunan neraca percobaan telah selesai dilakukan, dan mendapatkan suatu hasil yang tepat dan akurat. Maka laporan keuangan komersial bisa langsung disusun berdasarkan neraca percobaan tersebut.

7. Rekonsiliasi

Sesuai dengan peraturan perpajakan yang sudah ditetapkan, akan dilakukan rekonsiliasi antara laporan keuangan komersial dan fiskal. Yang kemudian dimasukkan dalam ketentuan pajak.

8. Laporan Keuangan Fiskal

Apabila laporan keuangan tersebut di atas sudah diatur di dalam ketentuan perpajakan, maka hasil tersebutlah yang dinamakan laporang keuangan fiskal.

Unsur dan Tujuan Kebijakan Fiskal

Dalam bahasa Inggris, fiskal berasal dari kata ‘fiscal’ yang memiliki arti sebagai perbendaharaan. Aturan fiskal ini mengacu pada sebuah kebijakan pemerintah guna mengarahkan kegiatan ekonomi di suatu negara. Melalui penyusunan laporan yang berisi tetang pendapatan atau pajak dan pengeluaran pemerintah. Sehingga bisa memudahkan segala urusan ekonomi yang berlangsung di negara tersebut.

Tujuan dengan diberlakukannya kebijakan fiskal adalah untuk mempengaruhi proses jalannya aktivitas perekonomian. Dengan kata lain, menjadi panduan bagi pemerintah untuk mencapai suatu kondisi ekonomi yang dicita-citakan. Yang mana tetap berpegang pada ketentuan seperti memengaruhi tingkat pendapatan dalam skala nasional, menciptakan kesempatan kerja, mempengaruhi kegiatan investasi nasional dan lain sebagainya.

Sedangkan unsur utama dari kebijakan fiskal ini sebenarnya hanya terdiri atas dua komponen penting saja. Yaitu perpajakan atau pemasukan yang diterima oleh negara, dan pengeluaran publik yang adalah untuk anggaran belanja negara.

Mau Jualan Cepat dan Aman? Gunakan Beepos!
Share

Content Writer Beepos | “People who managed to take advantage of the mistakes that he did, and will try again to perform in a different way.“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *