Pajak Apa Saja yang di Kenakan untuk Bisnis Restoran

Pajak Apa Saja yang di Kenakan untuk Bisnis Restoran

Terhitung sejak tanggal 1 Juli 2013 pajak penghasilan dari suatu usaha dengan jumlah bruto tertentu sudah ada di Peraturan Pemerintah tahun 2013 nomor 46. Namun pada prakteknya, masih saja banyak pengusaha yang belum cukup paham bahkan bingung bagaimana cara penerapannya, terutama pengusaha-pengusaha baru entah dibidang bisnis apapun itu jenisnya. 

Bagaimana tidak?

Banyaknya jenis pajak serta pajak yang dikenakan tiap bidang usaha yang berbeda jelas membuat kebingungan sendiri bagi para pengusaha wajib pajak.

Nah, Khusus untuk Anda pengusaha dibidang kuliner terutama restoran, berikut saya berikan informasi pajak apa saja yang dikenakan untuk bisnis restoran Anda.

1. Pajak Pb1

Banyak orang yang mengira bahwa Pb1 sama dengan Ppn karena besaran yang diminta sama, yaitu 10%. Namun berbeda dengan Ppn yang diminta oleh pemerintah pusat, Pb1 adalah pajak yang dikenakan daerah.

Biasanya Pb1 diterapkan setelah biaya servis yang juga dibebankan kepada konsumen, namun hal itu biasanya kembali lagi kepada perusahaan tersebut. Dan tidak semua perusahaan dibidang kuliner dikenakan pajak tersebut.

Hanya restoran yang sudah mencapai bruto tertentu yang dikenakan. Restoran yang sudah dikenakan Pb1 ini pun tidak perlu lagi dikenakan Ppn.

Lalu apa sih Pb1 itu? Pb1 adalah pajak yang dikenakan atas sajian yang diberikan. Maka biasanya dibebankan kepada konsumen yang menerima sajian dan servis dari sebuah restoran.

2. Pajak Pph 21

Terdapat dua pilihan pada Pph 21 ini , yaitu bulanan ataupun tahunan, namun untuk tahunan lebih dikenal dengan Pph 26.

Pph 21 adalah pajak yang dibebankan dari pemotongan gaji karyawan dan non karyawan. Biasanya jabatan atau posisi mempengaruhi pajak jenis ini.

3. Pajak Pph 4(2)

Pph 4(2) adalah pajak atas sewa asset atau bangunan orang lain. Hal ini tentu hanya berlaku bila restoran yang Anda kelola masih memakai sistem sewa pada tempat atau beberapa assetnya. Jika restoran Anda sudah memiliki asset dan bangunan sendiri, tentu restoran Anda tidak akan dikenakan Pph 4(2) ini.

Tapi bila restoran Anda masih memakai sistem sewa bangunan atau beberapa asset lainnya, maka restoran yang Anda kelola tersebut akan dikenakan Pph 4(2) sebesar 10%.

4. Pajak Pph 22

Pph 22 adalah pajak yang dikenakan jika restoran yang Anda kelola melakukan impor. Berbeda dengan pajak lainnya yang dibayar setelah perhitungan berjalan, Pph 22 justru dibayar dimuka. Untuk besarannya adalah 7,5% namun bila Anda memiliki API maka restoran Anda hanya perlu membayar 2,5% saja.

Dan bila restoran Anda tidak melakukan impor sama sekali, maka restoran Anda tentu tidak perlu membayar pajak Pph 22 tersebut.

5. Pajak Pph 25

Pph 25 adalah pajak angsuran atau penghasilan yang terutang pajak di tahun berjalan. Pajak ini dihitung dengan cara pajak yang terhutang dibagi 12 bulan. Hal tersebut karena penilaian secara generalnya adalah bahwa penghasilan tahun inu setidaknya sama dengan penghasilan tahun sebelumnya.

Jika restoran yang Anda kelola mengalami penurunan penghasilan dari tahun sebelumnya, Anda bisa mengajukan pengurangan untuk pajak tersebut. Tapi kembali lagi Anda hanya perlu membayar Pph 25 jika memang ada pajak terhutang bagi restoran yang Anda kelola ditahun sebelumnya. Jika tidak, maka Anda tidak akan dikenakan Pph 25 tersebut.

Bicara soal pajak memang tidak jarang membuat bingung sebagian pengusaha termasuk pengusaha dibidang kuliner khususnya restoran seperti Anda. Dengan begitu saya berharap artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Oh iya jangan lupa share untuk memberi kebermanfaatan lebih pada sekitar Anda. Bila ada masukkan dan pertanyaan bisa komentar dibawah ini. Dan selalu nantikan artikel selanjutnya ya. Salam Let’s #befree

Mau Jualan Cepat dan Aman? Gunakan Beepos!
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *