Panduan Mendirikan dan Cara Mengelola Minimarket

panduan-mendirikan-dan-cara-mengelola-minimarket-photo

Belanja memang salah satu rutinitas yang tidak bisa dihindarkan. Karakter ‘gatel mata’ atau sekedar membeli kebutuhan harian pun tidak bisa dilepaskan dari masyarakat. Belum lagi keinginan masyarakat modern akan kenyamanan saat melakukan rutinitas tersebut kian menanjak. Hal itu tentu menjadi peluang tersendiri bagi pebisnis yang ingin mendirikan bisnisnya dibidang retail khususnya minimarket.

Namun seperti bisnis pada umumnya, untuk mendirikan sebuah minimarket pun tentunya memerlukan persiapan matang dan tidak semudah yang terlihat oleh orang awam. Pada dasarnya ketika ingin mendirikan minimarket Anda akan dihadapkan dengan dua pilihan, yakni apakah anda akan mendirikan minimarket mandiri atau minimarket waralaba.

Untuk mendirikan sebuah minimarket dengan sistem waralaba, Anda perlu menyiapkan beberapa investasi, yakni investasi lokasi, investasi badan usaha serta perijinan dan investasi dana. Terkait investasi lokasi, Anda perlu menyiapkan lahan minimal 150 meter persegi yang kelak akan disurvei oleh manajemen pusat kelayakannya.  Sedangkan terkait investasi dana berbeda tergantung kebijakan masing-masing perusahaan inti. 

Hal yang perlu ditekankan ketika anda memilih untuk mendirikan minimarket waralaba adalah posisi anda yang tidak lain merupakan seorang investor. Dimana untuk operasional minimarket tersebut sudah dihandle oleh manajemen pusat sistemnya.

Tahapan Mendirikan Usaha Minimarket

Berbeda lain halnya jika Anda lebih memilih untuk mendirikan minimarket secara mandiri sebagai bisnis Anda, dimana Anda memegang kendali penuh atas pendirian usaha tersebut. Adapun tahapan mendirikan dan mengelola usaha tersebut adalah sebagai berikut ;

1. Lakukan Survey

Langkah awal mendirikan minimarket adalah melakukan survey. Pertama, Anda harus menentukan lokasi yang akan Anda gunakan untuk usaha minimarket Anda kelak. Kedua, cari informasi mengenai keadaan demografi dan tingkat penghasilan masyarakat disekitar lokasi tersebut. Selain itu, Anda juga harus mengenali siapa pesaing bisnis anda disekitar lokasi tersebut.

2. Siapkan Sarana

Setelah menentukan lokasi lokasi yang tepat, Anda bisa mempertimbangkan bangunan seperti apa yang kelak akan Anda gunakan sebagai minimarket kelak. Selain itu, Anda pun harus mempertimbangkan perlengkapan seperti rak, meja kasir dan kebutuhan lainnya. Siapkan juga komputer mesin scan barcode untuk memudahkan dalam kontrol stock produk.

3. Urus Perijinan

Hal yang tidak kalah penting adalah mengurus berbagai macam perijinan seperti ijin mendirikan usaha dan beberapa perijinan lainnya.

4. Siapkan Sistem dan Manajemen

Setidaknya ada empat ilmu manajemen yang harus anda persiapkan, yakni manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasional dan manajemen sumber daya manusia (SDM).

Dengan ilmu manajemen keuangan Anda dapat memperhitungkan biaya serta pendapatan. Anda juga bisa dengan mudah membuat serta membaca catatan keuangan, laporan laba-rugi dan beberapa hal lainnya guna pertimbangan pengembangan usaha minimarket anda kedepannya.

Sedangkan dengan manajemen pemasaran Anda dapat mempertimbangkan berbagai macam cara menarik hati calon konsumen beserta cara pemasarannya, dengan manajemen ini pun Anda bisa mempertimbangkan berbagai macam promosi. Jangan lupa untuk mempertimbangkan grand opening. Pasalnya, dari pengalaman beberapa pebisnis dibidang retail, grand opening mampu menjual sekitar 20% dari produk yang ada.

Dan dengan manajemen operasional Anda dapat mempertimbangkan sistem keluar masuknya produk, harga jual, stocking dan bagaimana cara menekan biaya. Dengan ilmu ini pun Anda bisa mempertimbangkan produk apa saja yang akan anda jual, siapa suppliernya dan masih banyak hal lainnya.

Serta yang tidak kalah penting adalah ilmu manajemen sumber daya manusia (SDM), karena dengan adanya ilmu ini Anda dapat mempertimbangkan perihal karyawan seperti apa yang pantas sesuai bagiannya dan bagaimana cara merekrutnya. Anda juga bisa mempertimbangkan tentang urgensi pelatihan atau yang biasa disebut training calon karyawan. Baru setelahnya anda bisa memutuskan bagaimana cara memperkerjakannya.

5. Siapkan Modal

Tahap yang tidak kalah penting dengan tahap-tahap yang lain. Dalam mendirikan minimarket adalah Anda perlu menyiapkan modal awal. Modal awal disini bisa digunakan untuk membeli berbagai produk yang nantinya akan dijual kepada konsumen akhir. Penanaman modal secara rutin pun sangat dianjurkan supaya usaha minimarket yang anda kelola dan berkembang.

Butuh kedisiplinan dan kesabaran ekstra dalam mendirikan sebuah usaha termasuk minimarket. Dan yang terpenting adalah sifat pantang menyerah serta tidak mudah berpuas diri. Semoga artikel ini dapat membantu bisnis Anda. Dan jangan lupa untuk meng-share artikel ini ke sosial media Anda ya. Agar teman Anda juga mendapatkan manfaatnya. Terimakasih. Salam Let’s #beefree.

 

Mau Jualan Cepat dan Aman? Gunakan Beepos!
Share

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Asal kamu mau berjuang untuk meraihnya. @venjaskens

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *