Pengertian, Arti dan Penjelasan Pajak Penghasilan (PPh 21)

Banyak orang yang belum mengetahui akan istilah Pajak Penghasilan Pasal 21 atau yang disebut juga dengan PPh 21. PPh 21 menurut   Peraturan Direktur Jendral Pajak merupakan pajak dari segala jenis penghasilan dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan pekerjaan. Namun dalam hal ini tidak semua jenis pekerjaan dikenai PPh 21 akan tetapi hanya beberapa pekerjaan tertentu yang termasuk dalam persyaratannya.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai PPh serta pekerjaan yang mencakup didalamnya, berikut ini merupakan beberapa ulasan yang membahas tentang PPh 21.

Wajib Pajak PPh Pasal 21

Wajib Pajak PPh 21 merupakan siapa saja atau pihak-pihak yang dikenai tarif pajak PPh 21. Sesuai dengan Perdirjen PER-32/PJ/2015 wajib pajak PPh 21 terkandung dalam pasal 3 yang terdiri dari beberapa kategori. Adapun penjelasan dari masing-masing kategori dapat dirangkum pada paragraf-paragraf di bawah ini.

1. Pegawai

Yaitu yang menerima uang berupa pesangon, tunjangan atau jaminan hari tua, uang pensiun atau manfaat pensiun. Dalam hal ini, ahli waris dari yang bersangkutan juga termasuk dalam wajib pajak PPh 21.

2. Bukan Pegawai

Wajib pajak ini merupakan orang-orang yang memperoleh atau mendapatkan penghasilan yang berasal dari pemberian jasa. Jasa yang tawarkan dapat berupa tenaga ahli dengan pekerjaan bebas seperti akuntan, arsitek, pengacara, dokter, notaris, dan lain sebagainya.

Seniman juga termasuk dalam non pegawai yang meliputi pemusik, penyanyi, aktor dan aktris, kru film, sutradara, model, penari, pelukis serta seniman lainnya. Selain itu juga olahragawan, pengajar, pelatih, penasehat, penceramah juga termasuk dalam pekerjaan bukan pegawai.

Pekerjaan lain yaitu peneliti, pengarang, penerjemah, dan juga penyedia jasa segala bidang seperti teknik, komputer beserta sistem aplikasinya, fotografi, sosial, dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan.

3. Mantan Pegawai

Yaitu seseorang yang pernah bekerja sebagai seorang pegawai. Kemudian berhenti dari pekerjaannya karena  mengundurkan diri atau alasan lainnya.

4. Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan merupakan pihak atau perorangan yang mendapatkan penghasilan yang berhubungan dengan keikutsertaan dalam melaksanakan suatu kegiatan. Dapat berupa panitia atau peserta kegiatan perlombaan olahraga, seni, ilmu pengetahuan, serta perlombaan lainnya. Selain itu juga dapat berupa peserta dari sidang, konferensi, pertemuan, atau rapat.

5. Dewan Komisaris

Anggota Dewan Komisari juga termasuk ke dalam wajib pajak PPh 21. Selain itu jugs dewan pengamat yang tidak merangkap menjadi pegawai tetap dalam suatu perusahaan yang sama juga termasuk didalamnya.

Tarif PPh 21

Tarif PPh 21 merupakan ketentuan dari sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh peserta wajib pajak. Dalam hal ini, tarif yang ditentukan dikhususkan bagi peserta wajib pajak yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Adapun ketentuan yang didasarkan pada pasal 17 Undang-Undang tentang PPh adalah sebagai berikut ini.

  1. Peserta wajib pajak yang memiliki penghasilan tahunan mencapai 50 Juta Rupiah akan dikenakan tarif sebesar 5% dari total penghasilannya.
  2. Bagi Wajib Pajak dengan penghasilan antara 50 Juta hingga 250 Juta Rupiah akan kena tarif sebesar 15%.
  3.  Wajib pajak yang berpenghasilan antara 250 Juta hingga 500 Juta rupiah per tahun tarif pajaknya menjadi 25%.
  4. Sementara itu, bagi peserta Wajib Pajak yang memiliki penghasilan diatas 500 Juta Rupiah akan dikenai tarif pajak sebesar 30%.

Demikian ulasan-ulasan mengenai Pajak Penghasilan Pasal 21 yang wajib dan perlu diketahui. Dengan demikian akan lebih memahami tentang pembayaran pajak yang harus dikeluarkan serta mengetahui dalam kategori manakah pada pelaksanaannya.

Mau Jualan Cepat dan Aman? Gunakan Beepos!
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.