Strategi Pemasaran Untuk Bisnis Ritel

strategi-pemasaran-untuk-bisnis-retail-picture

Bisnis ritel atau biasa disebut eceran masih berpeluang besar untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Sebab. Di era saat ini, masyarakat masih begitu menginginkan adanya destinasi belanja dengan sistem swalayan dan bisa langsung memilih suatu barang secara satuan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, ritel tetap menjadi pilihan  konsumen karena menyediakan beraneka ragam barang yang dibutuhkan mulai dari makanan, perabotan,  alat dapur dan lainnya dalam satu tempat. Eksistensi industri ritel di Indonesia memang semakin pesat.

Industri ritel tetap ada sejak dulu karena potensi penyaluran kebutuhan barang kepada  konsumen terakhir masih cukup diminati. Terbukti begitu banyak brand yang muncul dan memperluas jaringan ritelnya di berbagai wilayah.

Persaingan yang begitu ketat disatu sisi justru akan memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memilih outlet ritel yang menyediakan barang sesuai dengan kebutuhannya. Namun, perlu strategi yang terukur untuk menjaga keberadaan industri ritel dan menjaring konsumen bahkan menjadikan konsumen sebagai pelanggan yang loyal.

Macam-Macam Startegi Pemasaran di Bisnis Ritel

Berikut beberapa poin manajemen strategi untuk pemasaran ritel :

1. Pelayanan Prima

Keramahan ditambah dengan kesigapan pramuniaga dalam melayani akan membuat para pelanggan memberikan rasa respect yang tinggi. Sambutan awal ketika konsumen datang , ditambah senyuman tulus dari bibir pelayan akan memberi kenyamanan bagi setiap konsumen yang datang. Berapa pun yang ia belanjakan, tetaplah konsisten memberikan pelayanan yang sama. Beri bantuan jika pelanggan mengalami kesulitan saat mencari suatu barang yang diinginkan.

Pelayanan prima adalah hal yang mudah diucapkan namun sulit bahkan sering dianggap sepele dalam penerapannya. Ciptakan pegawai yang berkomitmen untuk memberi keramahan dan lebih baik lagi mengeluarkan aura semangat , antusias dan energik saat membantu costumer.

Senyuman yang muncul kepada pelanggan akan memberi kenyamanan secara psikologis. Sebab, hal tersebut akan menjadi siatu hal yang berkesan bagi para pengunjung. Mereka akan menjadi agen pemasaran ritel anda secara faktual dan menceritakan pengalamannya saat berbelanja di ritel anda.

2. Permudah Transaksi

Terkadang berbelanja di outlet ritel akan menjadi hal yang menjengkelkan bagi konsumen yang tak betah berlama-lama mengantri. Maka anda bisa menyediakan beberapa kasir sehingga sirkulasi pembayaran bisa dilakukan dengan cepat tanpa ada antrian menunggu dan akan membuat suasana tidak kondusif.

Buatlah loket kasir khusus , pisahkan pelanggan yang membayar dengan uang tunai dan pengguna kartu kredit ataupun debit. Maka ritel harus menyediakan mesin Electronic Data Capture (EDC) di beberapa loket kasir sehingga pelanggan yang tidak membawa uang tunai bisa masuk ke kasir khusus dan mampu memecah antrian.

3. Tentukan Lokasi

Berdirinya outlet ritel baik besar maupun kecil harus mampu menjadi magnet para pelanggan. Maka lokasi masih menjadi daya dukung ramai atau tidaknya ritel yang telah berdiri. Seperti warung kelontong dengan jumlah barang terbatas bisa dibuka di wilayah pemukiman warga atau salah satu komplek perumahan. Sediakan barang yang dibutuhkan para penghuni rumah . Biasanya kebutuhan mendesak seperti sabun, shampoo , deterjen jajanan/camilan dan beberapa produk lainnya.

4. Sediakan Aneka Barang

Tentunya, konsumen tak melulu membeli barang yang sama setiap hari. Berbagai keperluan yang mendesak menjadi pendorong untuk datang dan berbelanja ke outlet ritel. Meskipun demikian, sediakan berbagai barang ataupun kudapan . Biasanya konsumen yang sudah selesai mendapatkan barang yang ia butuhkan akan menambah barang sekunder lainnya.

Produk camilan UMKM bisa menjadi pilihan untuk diletakkan di rak toko, karena disamping harganya yang terjangkau, rasanya sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia dibandingkan dengan jajanan ciki yang mengandung banyak pengawet dan micin.

Produk kerajinan tangan pun disarankan menjadi barang pelengkap di toko ritel. Misalnya, tudung saji berbahan rotan, kursi santai, sapu ijuk dan produk kreatif lainnya. Konsumen akan semakin senang jika barang di toko bervarisi. Namun perlu diperhatikan, produk tersebut harus mantap untuk dijual dengan artian mutu dan kualitasnya harus teruji dan terjaga.

Semoga artikel ini dapat membantu bisnis Anda. Dan jangan lupa untuk meng-share artikel ini ke sosial media Anda ya. Agar teman Anda juga mendapatkan manfaatnya. Terimakasih. Salam Let’s #beefree.

 

 

Mau Jualan Cepat dan Aman? Gunakan Beepos!
Share

Digital Marketing | Bisnis itu 'Efek', penyebabnya itu penggunanya sendiri..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.