Tata Cara Bayar Pajak Bisnis Online

Kegiatan bisnis secara online kini semakin marak. Tak lain karena mudah dalam pembuatannya dan juga cepat dan efektif dalam menjangkau konsumen. Selain itu pada awalnya, para pelaku bisnis online menganggap bahwa untuk bisnis online tidak akan dikenakan pajak seperti bisnis offline pada umumnya. Tetapi sangkaan tersebut salah besar. Kini pemerintah telah membuat peraturan bagi seluruh pelaku usaha, baik offline maupun online untuk taat membayar pajak atas penghasilan yang didapat dari usaha tersebut.

Aturan tersebut diawali dengan pembuatan PP Nomor 46 Tahun 2013. Yaitu bagi pelaku usaha yang memiliki pendapatan kotor kurang dari Rp 4,8 Miliar dalam satu tahun akan diberlakukan pajak penghasilan sebesar 1%. Tetapi, sejak Juli 2018 lalu pemerintah telah menetapkan aturan baru. Yaitu penurunan tarif pajak penghasilan hasil usaha menjadi 0,5%. Tidak semua pelaku usaha dapat menggunakan tarif tersebut. Hanya beberapa usaha yang tidak melebihi batas ketentuan yang telah ditetapkan yang dapat menggunakannya.

Pajak untuk Bisnis Online

Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa semua pelaku usaha yang mendapatkan penghasilan atas usahanya akan dikenakan pajak. Namun, selain pajak penghasilan bisnis online juga dapat dikenakan pajak pertambahan nilai atau PPn. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai kedua pajak tersebut. Yaitu pajak penghasilan terbaru tahun 2018 dan pajak pertambahan nilai bagi pengusaha online.

  • PPh Final dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018

Peraturan tersebut dibuat untuk lebih membantu pelaku UMKM ataupun pebisnis online yang masih merintis usahanya. Tarif pajak yang dikenakan adalah setengah harga dari biasanya. Namun harus memenuhi kriteria seperti yag dijelaskan di dalam pasal-pasal dan ayatnya. Misalnya, pengusaha diwajibkan membuat pembukuan, untuk usaha perorangan hanya dapat menggunakan tarif tersebut selama 7 tahun, dan sebagainya.

  • PPN

Berbeda dengan PP 23 2018, aturan pemerintah mengenai PPN untuk bisnis online maupun offline justru kebalikannya. Jika PPh Final 0,5% berlaku bagi bagi bisnis dengan omzet kurang dari Rp 4,8 Miliar, maka PPN hanya dikenakan pada bisnis yang memiliki omzet lebih dari nominal tersebut.

Bagi pengusaha yang mendapati usahanya semakin maju dan berkembang hingga mencapai omzet Rp 4,8 Miliar, wajib mendaftarkan diri sebagai Pengusaha Kena Pajak. Jika telah terdaftar, maka setiap penjualan atau pelayanan jasa usaha tersebut akan dikenakan tarif PPN. Yaitu sebesar 10% dari harga barang atau jasa tersebut.

Cara Membayar Pajak Bisnis Online

Pada umumnya ada dua metode yang dapat digunakan pelaku bisnis online dalam membayar pajak. Yaitu self-assessment atau melibatkan bantuan orang ketiga atau orang lain.

  • Self-assessment

Seperti namanya, metode ini mengharuskan pelaku bisnis untuk melakukan pembayaran pajak secara mandiri. Mulai dari menghitung pajak yang harus dibayarkan, membayar, dan melaporkan pembayaran dilakukan sendiri. Dengan metode ini, pelaku bisnis dapat melakukan pembayaran secara offline (datang langsung ke kantor pajak) atau secara online yaitu melalui e-billing. Pembayaran pajak pun semakin mudah dan praktis.

Baca Juga: Hindari Kesalahan Berikut Agar Usaha Anda Tidak Bangkrut

Namun, dengan metode ini mengakibatkan banyaknya pelaku usaha online yang masih belum mau membayar pajak. Mereka merasa usahanya masih belum terlalu besar dan belum mendapat laba yang banyak. Ditambah dengan pengawasan oleh pegawai pajak yang juga belum ketat.

  • Pembayaran yang melibatkan orang ketiga

Aturan self-assessment yang dianggap merugikan negara karena menyebabkan sebagian besar pebisnis online ingkar membayar pajak. Akhirnya pemerintah pun memutar otak dan memberlakukan peraturan baru. Yaitu menyediakan pihak ketiga untuk membantu pembayaran pajak pebisnis online.

Banyak usaha online yang sudah sangat besar tapi tidak mau atau bahkan belum tahu mengenai kewajiban membayar pajak bagi mereka. Pihak ketiga ini akan memberikan sosialisasi serta membantu proses pembayaran pajak bisnis online. Mulai dari perhitungan hingga pelaporan akan dibantu, sehingga pemilik usaha juga akan merasa dimudahkan.

Mau Jualan Cepat dan Aman? Gunakan Beepos!
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.