Tips agar Omzet Tidak Dihitung Ulang Petugas Pajak

Pada bulan Februari 2018 lalu, pihak kementerian keuangan membuat aturan baru untuk pembayaran pajak. Yaitu petugas pajak yang diperbolehkan menghitung ulang para pelaku usaha yang membayar pajak.

Peraturan tersebut ditetapkan agar masyarakat lebih jujur dalam hal membayar pajak. Ternyata selama ini banyak masyarakat terutama para pebisnis yang tidak jujur mengenai laporan keuangan di dalam usahanya. Jadi, jumlah pajak yang dibayarkan tidak sesuai ketentuan.

Banyak pelaku usaha yang tidak menyertakan laporan keuangan atau pembukuan saat membayar pajak. Jadi, jumlah setoran pajak tidak dapat diketahui dengan jelas kebenarannya.

Peraturan Menteri Mengenai Pemeriksaan Pajak

Jadi, mulai sekarang petugas pajak bisa saja akan meminta bukti transaksi tunai maupun non tunai di dalam bisnis yang Anda jalankan. Aturan tersebut ditetapkan dalam Peraturan Menteri (PMK) Nomor 15/PMK.03/2018.

Petugas dapat menggunakan beberapa metode dalam kegiatan pemeriksaan pembukuan kepada pelaku usaha, misalnya :

  • Perhitungan rasio
  • Proyeksi nilai ekonomi
  • Penghitungan biaya hidup
  • Sumber dana dan penggunaannya
  • Transaksi tunai dan non tunai
  • Satuan dan/atau volume
  • Pertambahan kekayaan bersih
  • Menggunakan hasil pemeriksaan pajak tahun sebelumnya

Tips Membayar Pajak dengan Praktis

Dengan aturan tersebut pasti banyak pihak yang merasa resah. Terutama para pelaku bisnis. Bukan karena takut ketahuan tidak jujur, tetapi karena prosedur pembayaran pajak menjadi semakin rumit dan tidak nyaman.

Baca Juga: Berikut ini Jenis-jenis Usaha yang Kena Pajak

Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari pemeriksaan ulang petugas pajak. Pembayaran menjadi lebih aman, efisien, dan cepat. Misalnya sebagai berikut :

  • Membuat pembukuan keuangan bisnis Anda dengan jelas. Apabila usaha Anda terbilang sudah cukup besar dan memiliki laba yang besar, alangkah baiknya untuk menyewa akuntan untuk menyusun pembukuan bisnis Anda. Jangan lupa untuk membawa pembukuan saat membayar dan melapor pajak di kantor pajak.
  • Kumpulkan bukti-bukti transaksi dalam satu bulan, baik tunai maupun non tunai. Yaitu misalkan bukti struk belanja bahan, nota pembelian dan penjualan, transfer ke supplier dan lain-lain. Kumpulkan bukti-bukti tersebut dalam suatu file khusus agar saat membayar pajak tidak perlu repot-repot mencari lagi.
  • Lakukan pembayaran secara online. Anda bisa membayar dan melapor pajak Anda melalui e-billing. Lakukan pembukuan online di e-billing setiap harinya dalam setiap bulan agar jumlah pajak yang Anda bayarkan muncul secara otomatis. Petugas pajak pun akan lebih mudah memeriksa wajib pajak berdasarkan omzet usaha Anda.

Mungkin bagi masyarakat yang baru saja terjun di dunia bisnis pernah memiliki pengalaman tidak nyaman tersebut. Merasa dicurigai dan berlama-lama diperiksa mengenai perputaran keuangan di dalam bisnis yang dijalankan. Kebanyakan pelaku bisnis tersebut kurang mengerti mengenai jenis-jenis pajak yang diterapkan. Dan juga banyak yang tidak paham bagaimana membuat pembukuan.

Untuk itu, selain membuat peraturan yang memperbolehkan petugas pajak melakukan penghitungan ulang hendaknya diimbangi dengan kegiatan lain. Misalnya, lebih sering mengadakan sosialisasi jenis-jenis pajak bagi pelaku bisnis. Atau melakukan pelatihan pembuatan pembukuan bagi pelaku usaha kecil yang dikategorikan belum mampu untuk menyewa akuntan.

Hal tersebut perlu dilakukan karena ada beberapa peraturan perpajakan ada yang mengharuskan pelaku usaha untuk membuat pembukuan dan menyertakannya saat pelaporan pajak. Misalnya, peraturan pemerintah nomor 23 tahun 2018 mengenai penurunan tarif pajak untuk pelaku UMKM.

Nah, jika sudah melakukan tips diatas maka petugas tidak akan berlama-lama dan mencurigai pembukuan bisnis Anda. Kegiatan pembayaran pajak pun akan lebih nyaman dan cepat. Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk membayar pajak secara lebih mudah. Selamat mencoba.

Mau Jualan Cepat dan Aman? Gunakan Beepos!
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.