USERGUIDE

Download PDF

Download PDF

Sebelum melangkah ke Tahap selanjutnya, perlu diketahui bagaimana cara Produksi pada Beecloud bekerja. Dalam produksi, selalu ada beberapa kendala yang dialami, salah satunya adalah Bagaimana jika produksi tersebut berulang dengan bahan baku yang sama, namun terkadang juga ada tambahan bahan baku ataupun ada hasil yang tidak memuaskan sehingga perlu dibuang (waste). Dan beberapa masalah yang lain. Dalam Beecloud semua itu sudah bisa ditangani dengan cukup baik. Hanya perlu memahami setiap menu dan kegunaan masing-masing fitur.

Yang pertama, Produksi dalam Beecloud dibagi menjadi 2, Produksi B.o.M dan Produksi Manual. Produksi B.o.M digunakan jika produksi tersebut sifatnya berulang, seringkali ataupun tetap. Maksudnya adalah, jika dalam suatu produksi itu menggunakan Bahan baku yang relatif sama, tidak berubah atau jika ada perubahan itu pun tidak banyak, maka lebih baik menggunakan B.o.M. Fitur ini bisa juga disebut dengan “Komposisi“. Jadi jika ada barang produksi yang komposisinya sama maka lebih baik menggunakan fitur B.o.M ini. Fitur B.o.M ini pun tidak kaku, jadi jika sewaktu proses ada bahan baku yang perlu ditambahkan, atau dikurangi, atau bahkan diganti dengan bahan baku cadangan juga bisa. Dan sebelum proses produksi ditutup, masih bisa dimungkinkan untuk merubah atau menambah item hasil produksi jika ada Hasil produksi yang gagal atau Jumlah Hasil yang tidak sesuai perhitungan. Itu akan dibahas pada pembahasan produksi berikutnya.

Yang kedua adalah produksi manual. Produksi manual disini jika produksi hanya membutuhkan beberapa bahan baku dan terkesan sangat tidak bisa tetap, atau juga karena produksi hanya dilakukan satu kali. Maka bisa menggunakan fitur ini. Hampir sama dengan B.o.M, yang membedakan adalah jika produksi manual harus menginput ulang tiap ada produksi.

Diatas tadi adalah 2 menu Produksi pada Beecloud. dan tiap menu produksi tersebut, tersedia 2 jenis produksi didalamnya. Type produksi (memproduksi barang) dan De-produksi (memecah barang). Type produksi sudah cukup jelas, fungsinya membuat sebuah barang dari beberapa bahan baku. Namun de-produksi sebaliknya, memecah item yang sudah jadi menjadi beberapa item baru. Misal Item sepeda motor. Jika dilewatkan melalui de-produksi, maka menghasilkan item mesin 1pcs, knalpot 1pcs, ban 2pcs, velg 2pcs, dll.